Dalam bingkai berbalas pesan
Dilatari ruang tempat jemuran
Kala sendiri, apa yang dilakukan
Sentakmu mengalihkanku dari bacaan
Tak semua bisa dijelaskan kata-kata
Seperti obrolan Pilatus dan Claudia
Menggugat rangkaian kata demi kata
Kala bintang malam diselimuti mega
Malam ini langit tanpa bintang
Kata kenapa digugat karena rutin menyerang
Jarak mampu tepiskan pandang
Tapi kepercayaan selalu tergurat terngiang
Selalulah berbuat baik, ujarmu lirih
Jangan membuat orang lain diliputi sedih
Wejangan rutin wujud welasasih
Sederhana tanpa rangkaian berbuih-buih
Pintamu, ceritalah tentang kehidupan Pilatus
Gubernur negara bagian Yudea bernama Pontius
Namun, menelisik sejak Efrata hingga Korintus
Ku tertahan pada kisah masa kaisar Agustus
Tak maukah kau berbagi
Sergahmu dibalut senyum penuh arti
Claudia terlalu agung, terlalu tinggi
Pontius diserang rasa rendah diri
Semua sama dalam dekapan sang hidup
Dari uranus pula nafas kita hirup
Uraianmu mengalahkan kembang api yang diletup
Dan jantung menjadi berdegup-degup
Gaya dan Khronos menurunkan Dewata
Disembah ningrat hingga jelata
Hidup, bagimu adalah menolak melata
Karena bukan persoalan menimbun harta
Dongeng turun temurun warisan verbal
Hadiah peri cantik pada gigi yang tanggal
Zeus, Poseidon, Hades bagai tritunggal
Claudia dan Pontius baru mulai memintal
*******
Dante Che, 28/12/2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar