Ini kisah tentang anak dara,
yang terlahir sebagai bara
selama hidup selalu diselimuti duka lara
setiap orang pun pasti kan iba
Usia muda kehilangan bapa,
sejak kanak-kanak tak punya saudara
ibu mengisi malam dengan gelora
serenade di ujung kota
Kini ia pun menjadi ibu,
suaminya tak mau tahu
hidup sang dara malah bertambah pilu
selalu digores luka sembilu
Bagai orang dungu,
ia selalu berusaha mencari guru
malah akhirnya dari pintu ke pintu
semuanya sekedar pemuas nafsu
Dengan bungkusan ingin belajar,
ia menjadi pribadi yang liar
tak bisa dikendalikan apalagi dikejar
semakin menggila kalau ditatar
Bagai matinya mercu suar,
ia tak sadar kalau telah mencemar
menghalangi anak-anaknya berpijar
dengan tingkahnya yang kurang ajar
Ia menjadi petualang,
mulai dari lelaki hidung belang
hingga yang hanya pembalut tulang
semuanya disapa sayang
Pipih-mimih, mamah-ayah, menjadi mudah dan gampang,
diucapkan pada lelaki yang ingin diajaknya terbang
konon, meniti langit meraih bintang-bintang
toh, akhirnya berbugil ria di hotel berbintang
Pelik berbagai macam penderitaan,
diseduhnya dalam berbagai ramuan
lalu bermimpi tentang kebebasan
kala masifnya penindasan
Genit, liar, dan murahan,
ia menikmatinya dalam rintihan
baginya senggama adalah tuhan
dan itu dikatakannya sebagai keindahan
Ia tak mengeluh,
walau kadang terdengar melenguh
dengan berkorban peluh
ia hadapi mulut-mulut mirip tukang teluh
Mulai dari yang setajam buluh,
hingga yang menjadi suluh
ia rela berbagai bagian tubuhnya disentuh
dijalaninya selingkuh demi selingkuh
Konon ia tengah menanti senja,
semoga ia segera menemukan bahagia
menikmati hakikinya sayang dan cinta
serta rukunnya keluarga
Kembali menjadi bara,
yang suka menarikan pena
menggoreskan kuas-kuas aksara
merangkai kata-kata!
*******
Dante Che, 23/11/2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar