Kamis, 17 November 2011

OSPEK: SELAMAT DATANG KAWAN-KAWAN MAHASISWA ANGKATAN 2011/2012

Orientasi pengenalan kampus, yang selanjutnya disingkat jadi Ospek, sederhananya adalah proses awal memahami hakekat sebagai mahasiswa, mengenal kampusnya, masyarakatnya, bangsanya dan negaranya. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan kebenaran yang terwujud dalam pengabdian kepada kemanusiaan dan klas tertindas-lah yang seharusnya mendapat tempat utama.

Ospek bukanlah pelestarian budaya senioritas, budaya patronase, atau seragam-isasi celana hitam baju putih sepatu fantovel, dan pernak-pernik yang sebenarnya adalah iklan produk tertentu. Sehingga, mahasiswa baru tak perlu menghabis-habiskan uangnya hanya untuk membeli pernak-pernik unik seperti itu.

Ospek haruslah bersifat dialogis dan partisipatoris. Artinya, mahasiswa baru tidak ditempatkan sebagai kumpulan orang-orang yang harus tunduk manut pada perintah “senior-seniornya”. Dialogis artinya, Ospek lebih menitikberatkan pada hal-hal yang lebih substansial, dengan mengedepankan dialog, diskusi, atau perdebatan mengenai realitas obyektif yang ada. Partisipatoris artinya, Ospek bukan hanya milik panitia, tetapi pelibatan semua unsur-unsur mahasiswa yang berada di luar lingkaran kepanitiaan.

Untuk Ospek UWKS kali ini, ada beberapa hal yang menarik, karena diselimuti beberapa momentum penting, misalnya; sudah adanya pemerintahan mahasiswa tingkat universitas setelah pernah setahun lowong(walaupun pro-kontra seputar pemilihannya masih menjadi polemik dan masih akan digugat), wacana-wacana seputar PR3 yang tidak berkapasitas dan harus diturunkan(digantikan), juga ada momentum Hari Tani 24 September 2011. Reformasi yang sudah berusia 13 tahun, ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan kaum tani yang ada di pedesaan, kaum buruh dan kaum miskin perkotaan, pendidikan dan kesehatan gratis tinggal hanya dongengan indah, bagai bianglala setelah hujan panas; bisa dilihat, tak bisa  diraih.

Masyarakat yang sudah terlanjur dijejali dengan mimpi-mimpi akan kemerdekaan dan kesejahteraan dari belenggu tirani, namun tak juga lekas terwujud dalam kenyataan; itu menimbulkan keresahan yang teramat besar. Mahasiswa yang dahulunya bergandengan tangan dengan masyarakat tertindas melawan tirani fasis-militeristik orde baru, justru menyerahkan kekuasaan ke tangan reformis-reformis gadungan, ke tangan sisa-sisa orde baru, ke tangan komprador-komprador(agen,calo) modal asing. Mahasiswa jadi lebih asyik masyuk di balik dinding-tembok kampus, data-data ketimpangan, pengangguran, dan kemiskinan sekedar dijadikan sebagai statistikdalam seminar dan diskusi, dan bagai pandita negeri; hanya selalu diselimuti harapan dan cacian terhadap elit partai-partai politik busuk dan rezim agen modal asing yang berkuasa saat ini.   

Tak cukup dengan hanya memaki-maki sistem dan elit-elit, tak cukup dengan hanya mencibir pejuang-pejuang(aktifis-aktifis) yang sudah berkooperasi dan terkooptasi elit-elit. Sudahkah kita beragitasi, sudahkah kita berpropoganda, sudahkah kita membuat kelompok diskusi pada setiap disiplin ilmu yang kita tempuh saat ini?

Tahukah kita kalau Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Teknik Informatika belum terakreditasi, tahukah kita tentang indikasi adanya pungutan liar(pungli) dalam penerimaan mahasiswa baru kali ini; khususnya pada Fakultas Bahasa dan Science juga pada Fakultas Hukum, dengan dalih mempertahankan akreditasi.

Kita harus berterima kasih pada sekumpulan mahasiswa progresif yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli UWKS (GMPU). Dari merekalah, mata kita terbuka dan melihat adanya problematika di kampus kita, masyarakat kita, bangsa dan negara kita.


Tugas kita-lah untuk menjadi intelektual progresif, menjadi intelektual organik; intelektual yang mampu mengaplikasikan teori menjadi praksis nyata dan mengabdikannya pada kemanusiaan dan klas tertindas.
Semoga Ospek UWKS kali ini mampu memberikan jawaban –jawaban dari berbagai pertanyaan di atas.

Tabik!

                                                                                                                                                                  Dante Che

Tidak ada komentar:

Posting Komentar