Jumat, 26 Agustus 2011

Kemerdekaan dan Korupsi!



Korupsi lahir dari rahim tirani
Berurat berakar dalam selubung-selubung demokrasi
Termanifestasi dalam diri para politisi
Dari lingkaran aristokrasi dan oligarki

Setiap hari kita lihat di televisi
Semua mengklaim memakai hati nurani
Memaki-maki pelaku sodomi
Mengutuk pengumbar air mani

Cobalah membaca koran dengan teliti
Berita-berita telah menjadi komoditi
Tak ada pendidikan politik apalagi ideologi
Menganggap wajar kita sebagai bangsa kuli

66 tahun sudah Republik ini berdiri
Sisa-sisa usia muda masih terpatri
Batu dan kerikil tertatih diarungi
Jurang-jurang curam dalam senja suram menanti

Oh tirani,
Kau kulum senyum dan lambaian tangan laksana orang suci
Sambil tanganmu yang lain kau sumbat mulut rakyat dan hati nurani
Dengan memberangus aspirasi

66 tahun sudah, hidup sebagai suatu negeri
Pemimpin memberi makan dengan janji-janji
Rakyat miskin selalu dikibuli
Janji hanya tinggal janji, tak ditepati

Maka, untuk para seniman dan seniwati
Untuk apa tulis puisi
Kalau tetap membiarkan korupsi
Dan tunduk pada tirani borjuasi

Pena adalah pedang sekaligus perisai
Meninju dan menggedor tembok tirani
Demi menjadi bangsa yang mandiri
Bukan kuli di antara bangsa-bangsa, kuli di antara negeri-negeri!

Dirgahayu RI ke-66, semoga menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri!


[ DC ]
                                                                                                                                                 

__________________________________________________

                                                                 
16 Agustus 2011 , ditulis dalam keadaan ngantuk, tanpa rokok dan kopi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar